Giat Sosialisasi Pencegahan Bahaya Kebakaran Puskesmas Se-Kabupaten Banyuasin

Pangkalan Balai,– Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuasin gencar berikan sosialisasi penanganan dan pencegahan dini bahaya Kebakaran kepada masyarakat, perusahaan swasta, pelajar. Selain itu, juga melakukan pelatihan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sosialisasi kali ini dilakukan pada hampir sebagian puskesmas yang ada di wilayah kabupaten Banyuasin yaitu Puskesmas Talang Kelapa, Mariana, Makarti Jaya, Betung dan Sembawa terkait Status Akreditasi Puskesmas, adapun sosialisasi yang diberikan adalah tentang cara bagaimana penggunaan alat proteksi pemadam kebakaran baik ringan, sedang dan berat dilingkungan kerja Puskesmas.

Ditegaskan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Melalui kepala Seksi Penyuluhan dan Pembinaan Rio Habibie, SH., MH mengatakan, sosialiasi pencegahan kebakaran ini dilakukan sebagai upaya preventif agar Pegawai Puskesmas dan masyarakat sekitar  mampu memahami hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran dan menangani secara mandiri.

hal tersebut merupakan langkah awal penyiapan dan evakuasi kebakaran baik kepada UPT Puskesmas itu sendiri ataupun masyarakat yang berada di sekitar lingkungan sekitar, untuk mengetahui cara pencegahan, penggunaan alat dan penanganan dini kebakaran.

Adapun Simulasi yang dilakukan pertama kali adalah simulasi pemadaman kebakaran menggunakan peralatan tradisional, yaitu menggunakan karung goni yang telah dibasahi. Metode ini merupakan metode pemadaman yang paling sederhana dan cukup berbahaya karena pemadam harus berada sedekat mungkin dengan titik api. Kain goni yang telah dibasahi ditutupkan pada objek yang terbakar sehingga objek tersebut akan padam karena kehabisan oksigen yang merupakan elemen penting dalam reaksi pembakaran. Hampir semua peserta mendapat kesempatan untuk mencoba simulasi ini.

Kemudian, simulasi yang selanjutnya adalah pemadaman kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Penggunaan APAR relatif lebih mudah dan lebih aman. Dari jarak 3-5 meter, pemadam menyemprotkan APAR ke material yang terbakar. Unsur kimia dari APAR akan menghentikan reaksi pembakaran yang sedang berlangsung pada material tersebut. Pada simulasi ini, hanya sebagian peserta yang mendapat kesempatan untuk mencoba, karena APAR yang disediakan terbatas.

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan pegawai Puskesmas dan masyarakat sekitar bilamana mengalami peristiwa kebakaran, sehingga dapat mencegah kemungkinan kerugian yang lebih besar serta dibutuhakan Kesadaran semua pihak untuk mencegah dan mendeteksi dini adanya kemungkinan kebakaran bukan hanya tugas petugas Damkar aja, tapi semua pihak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*